Sabtu, 13 Desember 2014

Sanitation


http://www.who.int/topics/sanitation/en/ 
Sanitation generally refers to the provision of facilities and services for the safe disposal of human urine and faeces. Inadequate sanitation is a major cause of disease world-wide and improving sanitation is known to have a significant beneficial impact on health both in households and across communities. The word 'sanitation' also refers to the maintenance of hygienic D on di tk lha, through services such as garbage collection and wastewater disposal.







AVATAR VS “SANITARIAN”

Hal menarik untuk perbincangkan, avatar merupakan penyelamatan bumi yang mengusai atau mampu mengusai  4 unsur  penting yang ada di bumi yaitu air, udara, tanah dan api, sedangkan sanitarian yang belum banyak dikenal orang ternyata memiliki peranan atau kekuatan bagaikan yang dimiliki oleh avatar.
Berikut sekilas perjalanan THE LAGEND OF AANG yang mulai diketahui menjadi seorang avatar dan memiliki tugas berat yang dibawanya untuk menyelamatkan bumi.

THE LAGEND OF AANG
          Avatar: The Legend of Aang mengambil tempat di sebuah dunia fantasi, tempat tinggal manusia, berbagai binatang fantastik, dan roh – roh. Peradaban manusia terbagi-bagi menjadi empat bangsa, Suku Air (Water Tribe), Kerajaan Bumi (Earth Kingdom), Pengembara Udara (Air Nomads), dan Negara Api (Fire Nation). Dalam setiap bangsa ada orang-orang yang dipanggil Bender (secara harfiah berarti “Pembengkok”, namun dalam hal ini dianggap “Pengendali”) yang memiliki kemampuan mengendalikan unsur alam sesuai bangsa mereka. Seni mengendalikan unsur alam ini merupakan perpaduan gaya seni beladiri dan sihir unsur alam.
Dalam setiap generasi, ada seseorang yang mampu mengendalikan setiap unsur, ialah yang dipanggil sebagai Avatar, roh dari planet yang menitis dalam bentuk manusia. Ketika seorang Avatar meninggal dunia, dia akan terlahir kembali di bangsa yang gilirannya selalu bergantian sesuai dengan siklus Avatar, yang seiring dengan musim: musim dingin untuk airmusim semi untuk tanahmusim panas untuk api, dan musim gugur untuk udara. Legenda mengatakan bahwa seorang Avatar harus mempelajari seni mengendalikan unsur sesuai dengan urutannya, dimulai dengan unsur asli bangsa sang Avatar, namun kadang-kadang urutan ini bisa dilewat jika keadaan memaksa. Mempelajari pengendalian unsur yang berlawanan dengan unsur asli bangsa seseorang adalah hal yang teramat sulit karena perbedaan gaya seni beladiri dan doktrin – doktrinnya.
Seabad sebelum pembukaan cerita serial ini, Aang, seorang anak laki – laki pengendali angin berusia 12 tahun dari Kuil Udara Selatan milik kaum Pengembara Udara, diberitahu oleh para tetua bahwa ia adalah “Sang Avatar“. Biasanya, seorang Avatar diberitahu jati dirinya sebagai seorang Avatar ketika ia beranjak 16 tahun, namun, para biksu takut akan perang yang terjadi di antara keempat bangsa akan segera terjadi dan dalam waktu singkat seorang Avatar akan diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian dunia. Hal ini membuat Aang sangat kebingungan dan tertekan. Singkat cerita, Aang kabur dari Kuil Udara Selatan, namun di tengah jalan ia bertemu dengan badai yang sangat besar dan ia bersama Appa (seekor banteng terbang raksasa miliknya) jatuh tenggelam ke dalam laut. Tetapi Aang segera membuat bola udara mengitari tubuhnya dan Appa sehingga ia tidak basah. Bola udara tersebut membekukan air di sekitarnya sehingga Aang dan Appa terkurung di dalam bongkahan es. Cukup dulu y teman, untuk cerita lebih jelasnya bisa nonton langsung di TV atau videonya, oce!….

THE LAGEND OF “SANITARIAN”
Sanitarian bisa kita sebut dengan penyelamat lingkungan. Lingkungan merupakan tempat tinggal manusia dan makhluk Tuhan lainnya, disana terjadi interaksi antar makhluk. Sanitarian ialah seorang PNS yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan, maupun penyakit berbasis lingkungan.

“Mengapa bisa dikatakan sama dengan avatar????”
Secara fisik itu beda, avatar hidup antara dunia manusia dan roh, sedangkan sanitarian pada dunia realistik. Avatar sangatlah tenar, bahkan penjuru dunia pun hampir semua mengetahuinya. Lainnya halnya dengan sanitarian, yang kurang begitu diketahui. Bahkan pemerintah terasa kurang mengerti terhadap tugas mulia yang diemban oleh seorang sanitarian. Bedanya lagi, avatar ialah seorang diri, tetapi sanitarian tidak bisa bekerja seorang diri, kerja sama tim serta peran  serta dari masyarakat sangantlah dibutuhkan. Dari segi kesamaannya, dapat dilihat dengan jelas. Avatar melindungi bumi ini dengan kemampuannya yang mampu mengusai 4 unsur penting di bumi yaitu air, tanah, udara, api. Gabungan ke empat usur tersebut digunakan oleh avatar untuk mengalahkan negara api. Sedangakan sanitarian yang dibekali mata kuliah keahlian seperti penyehatan air dan pengolahan limbah cair (PAPLC), penyehatan udara (PU), Penyehatan tanah dan pengelolaan sampah (PTPSA),Hygiene perusahaan (K3), Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan mata kuliah lainnya yang diupayakan agar sanitarian mampu menjaga stabilitas lingkugan. Bidang keahlian yang mewakili setiap unsur penting di Bumi, menjadikan sanitarian begitu penting dalam upaya meningkatkkan derajat kesehatan masyarakat. Jadi sanitarian bisa dikatakan avatar yang memiliki ilmu dari setiap unsur yang ada di bumi.


Sumber : https://funhealth.wordpress.com/2011/10/26/health/

Apa Kabar Sanitasi Indonesia?

Menyedihkan Indonesia Urutan 2 Sanitasi Terburuk Dunia.

Tanggal 22 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Sayang, di Indonesia urusan sanitasi dan air bersih masih menjadi masalah besar. Dari data yang dikeluarkan PBB, 2,5 miliar orang di dunia masih hidup dengan sanitasi yang buruk.

Dari 10 negara dengan jumlah tertinggi orang yang belum mendapatkan sanitasi yang layak, Indonesia bahkan menduduki peringkat kedua.


ylpkjatim.com 

"22 Negara mencapai lebih dari 80 persen dari buang air besar (BAB) sembarangan di dunia," jelas Jan Eliasson, Wakil Sekretaris Jenderal PBB, seperti dilansir Daily Mail.

Sebenarnya praktik BAB sembarangan sudah mengalami penurunan sebesar 271 juta sejak tahun 1990. Namun masih saja dipraktikkan oleh 1,1 miliar orang atau 15 persen dari populasi di dunia.

PBB menyatakan BAB sembarangan adalah salah satu penyebab utama diare, yang menyebabkan kematian lebih dari 750.000 anak di bawah usia lima tahun setiap tahun.

Negara penyumbang sanitasi terburuk di dunia antara lain Brasil, China, India, Indonesia, Kamboja, Ethiopia, Kenya, Madagaskar, Malawi, Mozambik, Nepal, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Zambia, Afghanistan, Burkina Faso, Chad, Kongo, Niger, Sudan dan Sudan Selatan.

Menurut laporan PBB, berikut 10 negara dengan jumlah tertinggi orang yang hidup tanpa sanitasi yang layak:

1. India: 626 juta orang hidup tanpa sanitasi yang memadai, 60 persen dari jumlah orang yang masih BAB sembarangan di seluruh dunia.
2. Indonesia: 63 juta orang tidak memiliki toilet
3. Pakistan: 40 juta orang masih buang air besar sembarangan
4. Ethiopia: 38 juta orang tanpa toilet
5. Nigeria: 34 juta orang tanpa sanitasi yang memadai
6. Sudan: 19 juta orang masih buang air besar sembarangan
7. Nepal: 15 juta orang tanpa sanitasi
8. China: 14 juta orang masih buang air besar sembarangan
9. Nigeria: 12 juta orang tanpa sanitasi yang memadai
10. Burkina Faso: 9,7 juta orang tanpa sanitasi yang memadai.


Masalah di Indonesia.
Populasi penduduk Indonesia hampir mencapai 250 juta jiwa, yang 100 juta diantaranya belum memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Bahkan pemutakhiran data global pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa 63 juta penduduk Indonesia masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, kali, danau, laut atau di daratan.


www.tempo.co

Mayoritas pelaku praktik BAB sembarangan tinggal di desa. Hanya 38,4 persen penduduk perdesaan yang memiliki akses pada sanitasi yang layak. Menurut data WSP (World Bank's Water and Sanitation Program), akses sanitasi perdesaan tidak bertambah secara berarti selama 30 tahun terakhir.

Setiap tahun tercatat sekitar 121.100 kasus diare yang memakan korban lebih dari 50.000 jiwa akibat sanitasi yang buruk. Tak heran bila biaya kesehatan per tahun akibat sanitasi buruk mencapai Rp 139.000 per orang atau Rp 31 triliun secara nasional.

Oleh karena itu, target Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goal- MGD) untuk sanitasi perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Dengan hanya tersisa 2 tahun lagi sampai tahun 2015, harus ditemukan metode-metode yang lebih cepat, murah dan berkelanjutan untuk meningkatkan akses sanitasi yang layak di Indonesia.



Mengapa sanitasi penting?
Perlu diketahui bahwa 1 gram tinja mengandung 10 juta virus dan 1 juta bakteri. Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada badan air dan sungai bila 63 penduduk Indonesia BAB sembarangan setiap hari.

Air limbah yang tidak diolah menghasilkan 6 juta ton kotoran manusia per tahun yang dibuang dan berkontribusi terhadap polusi ke badan air, sehingga biaya pengolahan air bersih semakin mahal.

Setiap tambahan konsentrasi pencemaran BOD (biochemical oxygen demand/kebutuhan oksigen biologis yang merupakan parameter kualitas air) sebesar 1 mg/liter pada sungai, meningkatkan biaya produksi air minum sekitar Rp 9,17/meter kubik. Artinya menyebabkan kenaikan biaya produksi PDAM sekitar 25% dari rata-rata tarif air nasional.

"Indonesia kehilangan Rp 56 triliun (US$ 6,3 miliar) per tahun akibat buruknya sanitasi dan kebersihan," ujar Yosa Yuliarsa, Spesialis Komunikasi Kawasan Asia Timur, Water and Sanitation Program (WSP) World Bank.

Nah, betapa pentingnya memiliki kesadaran soal sanitasi. Bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, namun juga untuk kemajuan bangsa ini.